TiketUmrah.netTiketUmrah.net
Panduan Agent

Dari Jadwal Seat ke Itinerary Paket: Menghitung Tanggal Pulang, Malam Hotel, dan Transit

Tim TiketUmrah.net·27 September 2026·6 menit baca

Setiap seat di katalog kami datang dengan jadwal per ruas: nomor penerbangan, tanggal, rute, dan jam. Bagi jemaah, jadwal itu cukup dibaca. Bagi travel agent, jadwal itu harus dihitung, karena dari sanalah durasi paket, jumlah malam hotel, dan tanggal penjemputan ditentukan. Salah hitung di sini tidak terlihat sampai rombongan sudah berangkat.

Kartu ringkasan artikel: Dari jadwal seat ke itinerary paket. Yang dibahas: Tanggal pulang = tiba di rumah; Menghitung malam hotel; Bandara tiba & urutan hotel; Transit bermalam & STPC; Daftar hitung sebelum menjual.

Contoh yang kita pakai

Seat Malaysia Airlines dari Makassar dengan jadwal berikut, dalam format yang sama dengan yang tampil di katalog kami:

  • ›MH846 · 28 Sep · Makassar (UPG) – Kuala Lumpur (KUL) · 10.25 – 13.50
  • ›MH158 · 28 Sep · Kuala Lumpur (KUL) – Madinah (MED) · 16.50 – 21.00
  • ›MH157 · 7 Okt · Jeddah (JED) – Kuala Lumpur (KUL) · 20.40 – 11.15+1
  • ›MH847 · 9 Okt · Kuala Lumpur (KUL) – Makassar (UPG) · 06.00 – 09.25

Di katalog, seat ini tercatat 12 hari, dengan catatan tiba di Madinah, pulang dari Jeddah, dan STPC gratis bermalam di Kuala Lumpur.

1. Tanggal pulang adalah tanggal tiba di rumah

Penerbangan pulang pertama berangkat dari Jeddah pada 7 Oktober, tetapi tanda +1 di belakang jam tiba berarti pesawat mendarat di Kuala Lumpur pada 8 Oktober. Setelah bermalam, rombongan baru terbang ke Makassar pada 9 Oktober. Jadi tanggal pulang paket ini adalah 9 Oktober, bukan 7 Oktober.

Durasi di katalog kami mengikuti cara ini: dari tanggal berangkat sampai tanggal tiba kembali di kota asal. Label durasi dari supplier kadang dihitung berbeda, misalnya sampai pesawat meninggalkan Jeddah, sehingga bisa selisih satu atau dua hari. Untuk menyusun paket dan menjanjikan tanggal penjemputan, pegang tanggal di leg terakhir lengkap dengan tanda +1-nya — dan kalau angka durasi yang tertulis tidak cocok dengan leg itu, tanyakan kepada kami.

2. Menghitung malam hotel di Tanah Suci

Dua belas hari perjalanan tidak berarti dua belas malam hotel. Hitung malamnya satu per satu: rombongan tiba di Madinah 28 September malam dan terbang pulang dari Jeddah 7 Oktober malam. Malam hotel di Tanah Suci adalah malam 28 September sampai 6 Oktober — sembilan malam.

Dua malam lainnya tidak membutuhkan hotel dari Anda: malam 7 Oktober dihabiskan di pesawat, dan malam 8 Oktober di Kuala Lumpur ditanggung maskapai lewat STPC. Kalau paket dihargai seolah ada sebelas malam hotel di Tanah Suci, biaya darat Anda meleset dua malam.

Contoh hitungan paket 12 hari Malaysia Airlines dari Makassar: dari 11 malam perjalanan, 9 malam hotel di Tanah Suci (Madinah lalu Makkah, 28 September sampai 6 Oktober), 1 malam di pesawat karena tanda +1, dan 1 malam transit di Kuala Lumpur yang ditanggung lewat STPC. Durasi dihitung sampai tanggal tiba di rumah; malam hotel hanya antara tiba di Saudi dan terbang pulang.
Contoh hitungan dari satu jadwal nyata di katalog kami.

3. Bandara tiba menentukan urutan hotel dan ihram

Seat ini tiba di Madinah (MED), jadi hotel Madinah dipesan lebih dulu, lalu Makkah. Rombongan mengambil miqat di Dzulhulaifah (Bir Ali) saat berangkat dari Madinah ke Makkah, lalu pulang lewat Jeddah yang dekat dari Makkah.

Seat yang tiba di Jeddah (JED) biasanya berarti urutan sebaliknya: Makkah lebih dulu, dan jemaah sudah berihram sebelum pesawat melewati miqat. Periksa kode bandara tiba di setiap seat sebelum memesan hotel — urutan yang tertukar berarti tanggal check-in yang salah di dua kota sekaligus.

4. Transit bermalam: ditanggung maskapai atau masuk biaya paket

Jeda di Kuala Lumpur saat pulang hampir 19 jam, dari pukul 11.15 sampai 06.00 keesokan harinya. Pada seat ini, catatan katalog menyebut STPC gratis, jadi hotel transitnya ditanggung. Tanpa keterangan STPC, malam transit seperti ini perlu Anda konfirmasi: kalau tidak ditanggung maskapai, hotel, makan, dan antar-jemput bandaranya harus masuk ke harga paket.

Jeda saat berangkat di contoh ini hanya sekitar tiga jam (tiba 13.50, lanjut 16.50) — cukup untuk transit biasa di bandara, tanpa hotel.

5. Jam tiba dan berangkat menentukan malam pertama dan terakhir

Rombongan contoh mendarat di Madinah pukul 21.00, jadi malam pertama langsung dipakai untuk menginap. Kalau pesawat mendarat dini hari, tanyakan kepada hotel soal early check-in, atau siapkan satu malam tambahan. Di ujung perjalanan, penerbangan malam dari Jeddah berarti rombongan meninggalkan hotel Makkah di hari yang sama — sesuaikan jam check-out dan jadwal transfer ke bandara.

Daftar hitung sebelum menawarkan paket

  1. Cari tanda +1 di setiap ruas dan tentukan tanggal tiba kembali di kota asal
  2. Hitung malam hotel hanya dari malam tiba di Saudi sampai malam sebelum terbang pulang
  3. Cocokkan bandara tiba (MED atau JED) dengan urutan hotel dan titik miqat
  4. Periksa jeda transit; pastikan apakah ada STPC atau perlu dianggarkan sendiri
  5. Sesuaikan malam pertama dan terakhir dengan jam tiba dan jam berangkat

Semua informasi ini sudah ada di baris jadwal setiap seat. Yang membedakan paket yang rapi dari paket yang bermasalah hanyalah apakah jadwal itu dihitung sebelum dijual, atau baru disadari di bandara.

Lihat seat-nya

Katalog seat umroh
Setiap seat menampilkan jadwal per ruas lengkap dengan tanggal, jam, dan tanda +1 — siap dihitung.
Seat umroh Malaysia Airlines
Alokasi yang dipakai sebagai contoh di artikel ini, termasuk yang ber-STPC saat pulang.

Cari seat umroh harga wholesale?

Lihat katalog seat umroh dari berbagai maskapai dan kota keberangkatan.

Lihat Katalog Paket

Artikel terkait

Panduan Agent8 mnt
Syarat & Ketentuan Grup Riyadh Air untuk Umroh: Bagasi, Name Change, dan Batas Pembatalan
Baca artikel
Panduan Agent9 mnt
Kamus Istilah Seat Umroh untuk Travel Agent: HK, Series, Adhoc, STPC, hingga Deadline
Baca artikel
Panduan Agent7 mnt
Apa Itu STPC pada Tiket Umroh? Kapan Menguntungkan dan Kapan Sebaiknya Dihindari
Baca artikel

Jelajahi lebih lanjut

Semua Paket UmrohUmroh dari MedanUmroh dari JakartaUmroh dari SurabayaUmroh via ScootUmroh via Emirates
Kembali ke semua artikel