Dari Jadwal Seat ke Itinerary Paket: Menghitung Tanggal Pulang, Malam Hotel, dan Transit
Setiap seat di katalog kami datang dengan jadwal per ruas: nomor penerbangan, tanggal, rute, dan jam. Bagi jemaah, jadwal itu cukup dibaca. Bagi travel agent, jadwal itu harus dihitung, karena dari sanalah durasi paket, jumlah malam hotel, dan tanggal penjemputan ditentukan. Salah hitung di sini tidak terlihat sampai rombongan sudah berangkat.

Contoh yang kita pakai
Seat Malaysia Airlines dari Makassar dengan jadwal berikut, dalam format yang sama dengan yang tampil di katalog kami:
- ›MH846 · 28 Sep · Makassar (UPG) – Kuala Lumpur (KUL) · 10.25 – 13.50
- ›MH158 · 28 Sep · Kuala Lumpur (KUL) – Madinah (MED) · 16.50 – 21.00
- ›MH157 · 7 Okt · Jeddah (JED) – Kuala Lumpur (KUL) · 20.40 – 11.15+1
- ›MH847 · 9 Okt · Kuala Lumpur (KUL) – Makassar (UPG) · 06.00 – 09.25
Di katalog, seat ini tercatat 12 hari, dengan catatan tiba di Madinah, pulang dari Jeddah, dan STPC gratis bermalam di Kuala Lumpur.
1. Tanggal pulang adalah tanggal tiba di rumah
Penerbangan pulang pertama berangkat dari Jeddah pada 7 Oktober, tetapi tanda +1 di belakang jam tiba berarti pesawat mendarat di Kuala Lumpur pada 8 Oktober. Setelah bermalam, rombongan baru terbang ke Makassar pada 9 Oktober. Jadi tanggal pulang paket ini adalah 9 Oktober, bukan 7 Oktober.
Durasi di katalog kami mengikuti cara ini: dari tanggal berangkat sampai tanggal tiba kembali di kota asal. Label durasi dari supplier kadang dihitung berbeda, misalnya sampai pesawat meninggalkan Jeddah, sehingga bisa selisih satu atau dua hari. Untuk menyusun paket dan menjanjikan tanggal penjemputan, pegang tanggal di leg terakhir lengkap dengan tanda +1-nya — dan kalau angka durasi yang tertulis tidak cocok dengan leg itu, tanyakan kepada kami.
2. Menghitung malam hotel di Tanah Suci
Dua belas hari perjalanan tidak berarti dua belas malam hotel. Hitung malamnya satu per satu: rombongan tiba di Madinah 28 September malam dan terbang pulang dari Jeddah 7 Oktober malam. Malam hotel di Tanah Suci adalah malam 28 September sampai 6 Oktober — sembilan malam.
Dua malam lainnya tidak membutuhkan hotel dari Anda: malam 7 Oktober dihabiskan di pesawat, dan malam 8 Oktober di Kuala Lumpur ditanggung maskapai lewat STPC. Kalau paket dihargai seolah ada sebelas malam hotel di Tanah Suci, biaya darat Anda meleset dua malam.

3. Bandara tiba menentukan urutan hotel dan ihram
Seat ini tiba di Madinah (MED), jadi hotel Madinah dipesan lebih dulu, lalu Makkah. Rombongan mengambil miqat di Dzulhulaifah (Bir Ali) saat berangkat dari Madinah ke Makkah, lalu pulang lewat Jeddah yang dekat dari Makkah.
Seat yang tiba di Jeddah (JED) biasanya berarti urutan sebaliknya: Makkah lebih dulu, dan jemaah sudah berihram sebelum pesawat melewati miqat. Periksa kode bandara tiba di setiap seat sebelum memesan hotel — urutan yang tertukar berarti tanggal check-in yang salah di dua kota sekaligus.
4. Transit bermalam: ditanggung maskapai atau masuk biaya paket
Jeda di Kuala Lumpur saat pulang hampir 19 jam, dari pukul 11.15 sampai 06.00 keesokan harinya. Pada seat ini, catatan katalog menyebut STPC gratis, jadi hotel transitnya ditanggung. Tanpa keterangan STPC, malam transit seperti ini perlu Anda konfirmasi: kalau tidak ditanggung maskapai, hotel, makan, dan antar-jemput bandaranya harus masuk ke harga paket.
Jeda saat berangkat di contoh ini hanya sekitar tiga jam (tiba 13.50, lanjut 16.50) — cukup untuk transit biasa di bandara, tanpa hotel.
5. Jam tiba dan berangkat menentukan malam pertama dan terakhir
Rombongan contoh mendarat di Madinah pukul 21.00, jadi malam pertama langsung dipakai untuk menginap. Kalau pesawat mendarat dini hari, tanyakan kepada hotel soal early check-in, atau siapkan satu malam tambahan. Di ujung perjalanan, penerbangan malam dari Jeddah berarti rombongan meninggalkan hotel Makkah di hari yang sama — sesuaikan jam check-out dan jadwal transfer ke bandara.
Daftar hitung sebelum menawarkan paket
- Cari tanda +1 di setiap ruas dan tentukan tanggal tiba kembali di kota asal
- Hitung malam hotel hanya dari malam tiba di Saudi sampai malam sebelum terbang pulang
- Cocokkan bandara tiba (MED atau JED) dengan urutan hotel dan titik miqat
- Periksa jeda transit; pastikan apakah ada STPC atau perlu dianggarkan sendiri
- Sesuaikan malam pertama dan terakhir dengan jam tiba dan jam berangkat
Semua informasi ini sudah ada di baris jadwal setiap seat. Yang membedakan paket yang rapi dari paket yang bermasalah hanyalah apakah jadwal itu dihitung sebelum dijual, atau baru disadari di bandara.
Lihat seat-nya
Cari seat umroh harga wholesale?
Lihat katalog seat umroh dari berbagai maskapai dan kota keberangkatan.
Lihat Katalog PaketArtikel terkait
Jelajahi lebih lanjut